Saturday, March 16, 2019

√ Mengingat Kembali Surat Perintah 11 Maret Atau Supersemar

Salah satu hal yang tidak kalah pentingnya dalam sejarah Indonesia yaitu Supersemar. Kisah Supersemar dikenal terselip  di antara Orde Lama di bawah kepemimpinan Soekarno dan Orde Baru yang kemudian selama 32 tahun di bawah komando Soeharto.Sekian puluh tahun berlalu, Supersemar masih menyisakan kontroversi sampai dikala ini. Terlepas dari semua itu, bukti sejarah yang paling besar lengan berkuasa dikala ini menerangkan bahwa Supersemar yaitu Fakta Sejarah Indonesia. Dalam kesempatan ini, perihal kontroversi diabaikian. Sajian ini hanya sekedar mengingatkan kembali cerita Supersemar yang mungkin tidak terlalu banyak diingat.


Surat Perintah Sebelas Maret atau Surat Perintah11 Maret yang disingkat dan selanjutnya disebut Supersemar yaitu surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966. Surat ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) pada dikala itu untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang jelek pada dikala itu.

Surat Perintah Sebelas Maret ini yaitu versi yang dikeluarkan dari Markas Besar Angkatan Darat (AD) yang juga tercatat dalam buku-buku sejarah. Akan tetapi terdapat beberapa tokoh sejarawan Indonesia mengatakan bahwa terdapat aneka macam versi Supersemar sehingga masih ditelusuri naskah supersemar yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno di Istana Bogor.

Menurut versi resmi, awalnya keluarnya supersemar terjadi ketika pada tanggal 11 Maret 1966, Presiden Soekarno mengadakan sidang pelantikan Kabinet Dwikora yang disempurnakan yang dikenal dengan nama "kabinet 100 menteri". Pada dikala sidang dimulai, Brigadir Jendral Sabur sebagai panglima pasukan pengawal presiden Tjakrabirawa melaporkan bahwa banyak "pasukan liar" atau "pasukan tak dikenal" yang belakangan diketahui yaitu Pasukan Kostrad di bawah pimpinan Mayor Jendral Kemal Idris yang bertugas menahan orang-orang yang berada di Kabinet yang diduga terlibat G-30-S di antaranya yaitu Wakil Perdana Menteri I Soebandrio.

Berdasarkan laporan tersebut, Presiden bersama Wakil perdana Menteri I Soebandrio dan Wakil Perdana Menteri III Chaerul Saleh berangkat ke Bogor dengan helikopter yang sudah disiapkan. Sementara Sidang karenanya ditutup oleh Wakil Perdana Menteri II Dr. J. Leimena yang kemudian menyusul ke Bogor.

Situasi ini dilaporkan kepada Mayor Jendral Soeharto (yang kemudian menjadi Presiden menggantikan Soekarno) yang pada dikala itu selaku Panglima Angkatan Darat menggantikan Letnan Jendral Ahmad Yani yang gugur akhir bencana G-30-S/PKI itu. Mayor Jendral (Mayjend) Soeharto dikala itu tidak menghadiri sidang kabinet alasannya yaitu sakit.

Mayor Jendral Soeharto mengutus tiga orang perwira tinggi (AD) ke Bogor untuk menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor yakni Brigadir Jendral M. Jusuf, Brigadir Jendral Amirmachmud dan Brigadir Jendral Basuki Rahmat. Setibanya di Istana Bogor, pada malam hari, terjadi pembicaraan antara tiga perwira tinggi AD dengan Presiden Soekarno mengenai situasi yang terjadi dan ketiga perwira tersebut menyatakan bahwa Mayir Jendral Soeharto bisa mengendalikan situasi dan memulihkan keamanan bila diberikan surat kiprah atau surat kuasa yang menawarkan kewenangan kepadanya untuk mengambil tindakan. Menurut Jendral (purn) M Jusuf, pembicaraan dengan Presiden Soekarno sampai pukul 20.30 malam.

Presiden Soekarno oke untuk itu dan dibuatlah surat perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah Sebelas Maret yang terkenal dikenal sebagai Supersemar yang ditujukan kepada Mayir Jendral Soeharto selaku panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan yang perlu untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Surat Supersemar tersebut tiba di Jakarta pada tanggal 12 Maret 1966 pukul 01.00 waktu setempat yang dibawa oleh Sekretaris Markas Besar AD Brigjen Budiono. Itulah Supersemar.

Baca Juga;

Demikian hidangan isu mengenai Mengingat Kembali SuratPerintah 11 Maret atau Supersemar yang sanggup penulis sajikan dalam kesempatan ini. 

Semoga Bermanfaat !!!

Sumber http://www.tozsugianto.com/