Sunday, March 3, 2019

√ Teknik Pembelajaran Matematika Kurikulum 2013 Di Sekolah Dasar

Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pembelajaran matematika di SD (SD) memang sangat dibutuhkan teknik pembelajaran yang tepat. Ketepatan penggunaan teknik pembelajaran sangat ditentukan oleh banyak aspek, seperti; materi pembelajaran, kondisi siswa, ketersediaan sarana, kemampuan guru dan mungkin masih bnyak lagi.

Sebagai bekal guru dalam melaksanakan pambelajaran matematika, berikut disajikan beberapa teknik pembelajaran matematika yang mungkin bisa dipakai dalam melaksanakan pembelajaran matematika di SD sesuai tuntutan Kurikulum 2013.

Teknik Menjelaskan;
Teknik menjelaskan ini sangat perlu dikuasai guru, namun perlu dibatasi untuk lebih fokus pada aktifitas utama siswa dalam kegiatan pembelajaran. Teknik menjelaskan diterapkan terutama pada ketika mengatur urutan dan aktifitas berguru dan melaksanakan konfirmasi.
  1. Gunakan bahasa yang sederhana, terang dan gampang dimengerti serta komunikatif
  2. Ucapan hendaknya terdengar dengan terang , lengkap tertentu, dengan intonasi yang tepat
  3. Bahan disiapkan dengan sistematis mengarah ke tujuan
  4. Penampilan guru hendaknya menarik diselingi dengan gerak dan humor sehat
  5. Adanya variasi atau selingan dengan metode lain, contohnya tanya jawab, memakai alat bantu ibarat lembar peraga.
Teknik Bertanya;
Guru dalam memakai tanya-jawab, perlu diketahui tujuan mengajukan pertanyaan, jenis dan tingkat pertanyaan, serta teknik mengajukan pertanyaan. Pertanyaan tertutup (bersifat konvergen) mempunyai balasan tertentu, hanya ada satu jawaban. Pertanyaan terbuka (bersifat divergen) mempunyai balasan terbuka dan diperlukan menghasilkan banyak cara untuk menjawabnya dan jawabnya lebih dari satu. Pertanyaan tingkat rendah hanya mengukur ingatan saja, sedangkan pertanyaan tingkat tinggi setidak-tidaknya menuntut pemahaman atau pemikiran siswa, contohnya dalam memperlihatkan alasan atau dalam menciptakan suatu kesimpulan. Pertanyaan tingkat tinggi ibarat inilah yang diperlukan lebih dikembangkan guru. Tujuan pertanyaan adalah:
  1. Memotivasi siswa
  2. Menyegarkan memori/ingatan siswa
  3. Mengawali diskusi
  4. Mendorong siswa semoga berpikir
  5. Mengarahkan perhatian siswa
  6. Menggalakkan penyelidikan (inkuiri, investigasi)
  7. Mendiagnosis/memeriksa tanggapan siswa
  8. Menarik perhatian siswa
  9. Mengundang pertanyaan siswa
Teknik Peragaan / Demonstrasi;
Teknik Peragaan atu Demonstrasi yaitu memperlihatkan atau memperlihatkan suatu model atau suatu proses. Teknik ini hanya efektif bila dipakai hanya sebagai bab dari kegiatan lain yang memperlihatkan kemungkinan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Misalnya teknik bertanya perlu merupakan bab integral dari demonstrasi guru. Demonstrasi dipakai utamanya bila:
  1. Siswa tidak terampil menggunakannya, atau alat itu sanggup “membahayakan” siswa, atau
  2. Karena keterbatasan banyaknya alat. Namun ukuran materi atau alat demonstrasi seharusnya memungkinkan siswa untuk melihat apa yang guru demonstrasikan.
Percobaan atau Eeksperimen;
Teknik percobaan atau eksperimen sanggup dilakukan dengan alat yang sanggup dilaksanakan secara individual atau kelompok. Di sini siswa lebih aktif dan diperlukan mereka menemukan banyak sekali hal yang terkait dengan pembelajaran baik kognitif, psikomotorik maupun afektif. Kegiatan lain yang melibatkan kegiatan praktik atau eksperimen yaitu hands on mathematics (matematika dengan sentuhan tangan atau pengutak-atikan obyek dengan tangan). Ini merupakan kegiatan “pengalaman belajar” dalam rangka inovasi konsep atau prinsip matematika melalui kegiatan eksplorasi, investigasi, dan konklusi yang melibatkan acara fisik, mental dan emosional dengan melibatkan ada acara fisik.

Teknik Pemecahan Masalah;
Teknik pemecahan perkara terdapat pertanyaan yang harus dijawab atau direspon namun balasan atau taktik untuk menyelesaikannya tidak segera diketahui. Suatu pertanyaan akan menjadi perkara hanya jikalau pertanyaan itu dipandang merupakan suatu tantangan yang tidak sanggup dipecahkan oleh suatu mekanisme rutin yang sudah diketahui dan perlu diselesaikan. Cara yang sering dipakai orang dan sering berhasil pada proses pemecahan perkara inilah yang disebut dengan Strategi pemecahan masalah. Strategi ini akan sangat bermanfaat jikalau dipelajari para siswa maupun guru semoga sanggup dipakai dalam kehidupan konkret mereka didalam mereka menuntaskan perkara yang mereka hadapi. Beberapa taktik yang sering dipakai adalah:
  1. Membuat diagram, taktik ini berkait dengan pembuatan bagan atau gambar corat-coret yang membantu/mempermudah pemahaman terhadap masalahnya dan mempermudah mendapat citra umum penyelesaiannya.
  2. Mencobakan pada soal yang lebih sederhana, taktik ini berkait dengan penggunaan teladan khusus tertentu pada perkara tersebut semoga lebih gampang dipelajari, sehingga citra umum penyelesaian yang bahu-membahu sanggup ditemukan.
  3. Membuat tabel, taktik ini dipakai untuk membantu menganalisis permasalahan atau jalan pikiran kita, sehingga segala sesuatunya tidak dibayangkan hanya oleh otak yang kemampuannya sangat terbatas, dan sanggup terlihat banyak sekali kecenderungan yang terdapat dalam table itu.
  4. Menemukan pola, taktik ini berkaitan dengan keteraturan yang terlihat dalam suatu situasi (misalnya susunan sekumpulan bilangan) dilanjutkan dengan pencarian aturan-aturan itu. Keteraturan tersebut akan memudahkan kita menemukan penyelesainnya dan bukan mustahil untuk kita memunculembarkerjaan adanya hukum lainnya.
  5. Memecah tujuan, taktik ini berkait dengan pemecahan tujuan umum yang hendak kita capai menjadi satu atau beberapa tujuan bagian. Tujuan bab ini sanggup dipakai sebagai watu loncatan untuk mencapai tujuan yang sesungguhnya. Hal ini dikarenakan bahwa seringkali suatu situasi yang amat kompleks dan permasalahannya juga tidak sederhana.
  6. Memperhitungkan setiap kemungkinan, taktik ini berkait dengan penggunaan aturan-aturan yang dibentuk sendiri oleh si pelaku selama proses pemecahan perkara sehingga tidak akan ada satupun alternatif yang terabaikan.
  7. Berpikir logis, taktik ini berkaitan dengan penggunaan daypikir maupun penarikan kesimpulan yang sah atau valid dari banyak sekali informasi atau data yang ada.
  8. Bergerak dari belakang, taktik ini dimulai dengan menganalisis bagaimana cara mendapat tujuan yang hendak dicapai. Dengan taktik ini, kita bergerak dari yang diinginkan kemudian menyesuaikannya dengan yang diketahui.
  9. Mengabaikan (mengelimiasi) hal yang tidak mungkin, dari banyak sekali alternatif yang ada, alternatif yang sudah jelas-jelas mustahil hendaknya dicoret/diabaikan sehingga perhatian sanggup tercurah sepenuhnya untuk hal-hal yang tersisa dan masih mungkin saja.
  10. Mencoba-coba, taktik ini biasanya dipakai untuk mendapat citra umum pemecahan masalahnya dengan mencoba-coba menurut informasi yang diketahui.
Baca Juga;

Teknik Penemuan Terbimbing;
Dalam teknik inovasi terbimbing ini, peranan guru yaitu menyatakan persoalan, kemudian membimbing siswa untuk menemukan penyelesaian dari dilema itu dengan perintah-perintah atau dengan penggunaan lembar kerja (LK). Siswa mengikuti pertunjuk yang tersedia dalam lembar kerja dan menemukan sendiri penyelesaiannya. Penemuan terbimbing biasanya dilakukan berkaitan dengan materi latih yang pembelajarannya dikembangkan secara induktif. Guru harus yakin benar bahwa materi “yang ditemukan” sungguh secara matematis sanggup dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kedalaman tingkat pemikiran yang harus dipakai untuk isian atau balasan siswa, tergantung dari keadaan kelas secara umum atau tingkat kemampuan siswa yang akan mengerjakannya. Jika siswanya berkemampuan tinggi, pertanyaannya juga berbobot untuk memperlihatkan rangsangan yang masih terjangkau siswa dan tidak sangat gampang bagi mereka. Jika siswanya berkemampuan kurang, pertanyan atau kawasan kosong yang harus diisi siswa cenderung pada hal-hal yang memerlukan tingkat pemikiran tidak terlalu tinggi. Jika LK dipakai secara klasikal, maka pertanyaan atau kiprah isian yang bervariasi, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah tingkat kesukarannya sehingga sanggup dikerjakan oleh sebagian besar siswa. Untuk sebuah kelas sanggup disusun beberapa jenis tingkat kesukaran LK dengan muatan yang bertujuan sama di titik akhirnya. Perbedaannya yaitu terutama pada tingkat dan banyaknya isian atau balasan yang dituntut atas pertanyaannya. Setiap kelompok siswa mengerjakan LK yang berbeda sesuai tingkat kemampuan masing-masing.

Demikian sajian informasi mengenai Teknik Pembelajaran MatematikaKurikulum 2013 di Sekolah Dasar yang sanggup disampaikan dalam kesempatan ini.

Dapatkan Juga GRATIS Untuk Anda !!!

No
Nama Perangkat
Action
1
Materi Diklat Kurikulum
2
Dokumen 1 Kurikulum
3
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
4
Silabus Tematik dan Mata Pelajaran
5
Program Tahunan dan Semester
6
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
6
Buku Guru dan Buku Siswa
7
Penilaian Hasil Belajar
DOWNLOAD
8
Buku Kerja Guru

Semoga Bermanfaat !!!

Sumber http://www.tozsugianto.com/