
Hari ini genap satu ahad saya menerima “anugerah” sakit. Ini saya dapatkan sepulangnya dari Jakarta mengikuti suatu acara. Sampai di rumah pada senin lalu, saya pribadi ambruk. Badan pada sakit, suhu badan tinggi alias demam, dan batuk terus-terusan.
Saya tidak menganggap sakit ini sebagai musibah. Bisa jadi ini justru anugerah dari Allah. Saya “dimanjakan” untuk istirahat, sesudah selalu beraktifitas full nan padat setiap harinya. Dengan sakit ini, mau tidak mau saya harus meninggalkan aktifitas-aktifitas itu dan beristirahat di rumah.
Saya juga tidak terlalu fokus pada upaya penyembuhan sakit saya. Justru yang saya lakukan yaitu banyak memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa saya. Berobat tentu saya lakukan, tapi tidak menjadi satu-satunya cara yang saya lakukan.
Karena saya ingat nasehat dari guru saya bahwa banyak orang keliru dalam menyikapi sakit. Mereka hanya fokus pada bagaimana caranya menyembuhkan sakit mereka. Padahal seharusnya mereka fokus bertaubat pada Allah. Minta ampun atas dosa-dosa mereka. Masalah sembuh atau tidak, itu sepenuhnya urusan Allah.
Inilah perilaku yang sempurna terhadap sakit. Jadikanlah sakit sebagai momentum muhasabah diri, dan memohon ampun atas segala dosa. Kemudian hadapi dengan sabar. Barulah sakit itu sanggup menjadi kafarat (penebus) bagi dosa-dosa kita.
Oh ya, mohon doa dari pembaca semua ya, agar sakit saya ini segera disembuhkan oleh Allah. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.
Sumber gambar: muslim.or.id
Sumber aciknadzirah.blogspot.com