Friday, February 16, 2018

√ 9 Cara Mendidik Anak Dalam Islam

9 Cara Mendidik Anak dalam Islam_ Anak yaitu amanah yang dititipkan oleh allah pada orangtua, sehingga sudah semestinya setiap orangtua berusaha mendidik anaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Mendidik anak yang baik haruslah berpedoman atau mengambil pembelajaran dari nilai-nilai keislaman.Islam yaitu agama yang sangat sempurna, hingga pada hal mendidik anak diterangkan di dalamnya.

 Anak yaitu amanah yang dititipkan oleh allah pada orangtua √ 9 Cara Mendidik Anak dalam Islam

Dalam al-Quran sendiri terdapat beberapa kisah yang menceritakan ihwal bagaimana mendidik anak yang baik, mirip halnya dalam surah Luqman yang mengkisahkan bagaimana luqman mendidik/menasehati anaknya semoga bisa menjadi insan yang selalu bersyukur, selalu mengerjakan kebaikan dan berusaha meninggalkan keburukan.

Baca juga: 10 Peranan Keluarga Dalam Pendidikan Anak

Selain itu teladan yang dicontohkan rasulullah dalam memperlakukan bawah umur bisa menjadi pembelajaran bagi kita orangtua dalam mendidik anak.Rasulullah Muhammada SAW populer sebagai insan yang sangat mulia, bukan hanya menghormati orang bau tanah dan remaja namun perlakuannya pada bawah umur tak kalah mulianya.

Maka dari itu sebagai ummat islam sangatlah penting bagi kita untuk mendidik anak kita dengan berpedoman pada anutan al-Quran dan suri tauladan rasulullah Muhammad SAW.Nabi Muhammad sendiri populer sebagai guru yang hebat, alasannya yaitu melalui didikan dia tampillah generasi-genarasi yang cerdas namun tetap mempunyai moral yang baik.

Kembali ke tema artikel kita ihwal bagaimana sih cara mendidik anak yang sesuai dengan tuntunan islam, semoga kelak anak anda bisa tumbuh menjadi pribadi yang cerdas namun tetap santun, berikut ulasannya untuk anda

9 Cara mendidik anak dalam islam

1. Mengajarkan anak Al-Quran
Hal pertama yang paling subtansial untuk diajarkan pada anak yakni Al-Quran, bahkan jikalau perlu selama anak masih dalam kandungan anda sebaiknya mulai memperdengarkan Al-Quran pada anak anda. Al-Quran yaitu kita yang penuh berkah dan rahmat sehingga akan menunjukkan imbas positif bagi yang mendengarnya.

Dalam proses tumbuh kembang anak, sebaiknya anda senantiasa mengajarkan anak anda untuk membaca Al-Quran, alasannya yaitu AL-Quran bisa membekas dalam hati pembacanya, sehingga insya allah jikalau istiqomah dalam mengajarkan anak anda untuk mengaji maka anak anda dengan izin allah akan menjadi pribadi yang cinta dengan dinul islam.

Agar anak anda bisa menjadi sosok yang cerdas namun tetap beraklak maka mulailah dari hal yang sangat mulia yakni mendidik anak untuk menyayangi Al-Quran, alasannya yaitu Al-Quran yaitu Nur, wasilah, Syfaat, bisa dibanyangkan bukan jikalau keberkahan Al-Quran teralirkan pada diri anak anda.

Makara jangan hanya bersegera semoga anak anda bisa berguru hal-hal yang lagi musim mirip berguru bahasa inggris, kursus dan lain-lain, lantas mengabaikan untuk mengajarinya berguru Al-Quran.

2. Bersikap lemah lembut pada anak
Sesungguhnya didikan yang paling baik pada anak bukan pada apa yang kita sampaikan pada anak, contohnya saja kita mengatakan; kau jangan badung ya!, kau harus rajin berguru ya!, alasannya yaitu hal tersebut hanya berupa konsep saja, bisa jadi anak anda mengerti apa yang anda katakana tapi belum tentu anak anda cakap dalam mempraktikannya.

Namun hal yang sebenarnya lebih gampang untuk ditiru, diikuti, diasimilasi oleh anak yaitu sikap yang sering anda tunjukan dihadapan anak anda. Coba anda perhatikan anak yang tumbuh dilingkungan keluarga yang senantiasa bersikap lemah lembut dan santun terhadap sesama anggota keluarganya, sudah niscaya anaknya pun akan menjadi pribadi yang penyayang.

Kenapa hal demikian bisa terjadi? Karena aksara anak berdasarkan andal sebenarnya anak ibaratkan kertas kosong yang akan memalsukan hal-hal yang ada disekitarnya. Dan mirip yang kita ketahui bersama bahwa waktu yang lebih banyak didominasi anak lalui dalam sehari yaitu bersama orangtuanya, maka otomatis anak akan banyak memalsukan sikap dan sikap dari mereka.

Makara jikalau anda ingin anak anda tumbuh menjadi pribadi yang lemah lembut dan penyayang maka anda sendirilah sebagai orangtua yang harus memberi banyak teladan melalui interaksi dengan anak anda dalam acara sehari-hari.

3. Mengajarkan anak untuk menjadi pribadi pekerja keras
Mungkin kita semua tahu bagaimana riwayat hidup rasulullah, yang semasa kecilnya dia menjadi pengembala kambing dan juga dia membantu pamanya dalam berdagang, suri tauladan rasulullah dalam masa kecilnya patut menjadi teladan bagi kita para orangtua dalam mendidik anak.

Kisah rasulullah Muhammad  yang suka bekerja keras  yaitu sebuah barometer sebenarnya semenjak kecil anak sebaiknya mulai dididik untuk menjadi pribadi yang pekerja keras, jangan selalu menunjukkan apa yang diinginkan anak secara instan/tanpa proses usaha dalam memilikinya.

Misalnya saja jikalau anak anda meminta uang seribu, kemudian kemudian anda eksklusif memberinya maka itu termasuk memberi hal yang instan pada anak atau saat anak anda minta untuk dibelikan baju gres kemudian kemudian anda eksklusif membelikannya maka hal tersebut juga termasuk hal instan bagi anak.

Lalu bagaimana, mengajarkan kerja keras pada anak? Sebenarnya gampang saja, contohnya saja; anak anda minta uang seribu maka anda jangan eksklusif memberikannya tapi biarkan anak berproses untuk bisa mewujudkan keinginannya, anda bisa saja menyuruh anak anda dengan menyampaikan “ ibu akan menunjukkan kau uang seribu asalkan kau mau bantu ibu mencuci atau mengepel atau memasak dan lain-lain”, anak anda niscaya dengan senang hati akan melakukannya semoga keinginannya bisa terwujud.

Nagh melalui proses tersebut anak anda akan berguru sebenarnya setiap yang dinginkan selalu butuh usaha dan perjuangan. Bagaimana jikalau anak anda minta dibelikan baju baru?Katakana saja “Ibu akan membelikan kau baju gres asalkan kau mau mebantu ayahmu mencuci mobil/motor selama satu minggu”. Dengan begitu anak akan berguru ihwal kerja keras untuk meraih keinginannya.

4. Mengajarkan anak untuk menjadi pribadi yang pintar bersyukur dan bersabar
Hal yang tak boleh anda lewatkan untuk diajarkan pada anak anda yakni mengajari anak anda menjadi pribadi yang pintar bersyukur dan bersabar.Apa sih manfaat melatih anak menjadi sosok yang pintar bersyukur dan bersabar? Manfaat sangat besar bagi perjalanan hidup anak anda kelak.
Dengan menjadi pribadi yang pintar bersyukur maka anak anda akan selalu gampang mencicipi kebahagian, jikalau kelak dia mencapai sesuatu yang besar maka dia akan bersyukur namun jikalau dia belum bisa mewujudkan apa yang dia impikan maka dia akan bersabar.

Dalam Al-Quran sendiri ayat ihwal syukur dan sabar sering diulang-ulang, hal tersebut mengisyaratkan bahwa kedua hal tersebut penting untuk dimiliki.Kata seorang cendekiawan sebenarnya “sabar dan syukur ibaratkan dua sayap burung, jikalau salah satunya tidak ada maka tidak bisa terbanglah burung tersebut.

5. Mengajarkan anak untuk menjadi pribadi yang sosialis
Dalam Al-Quran terdapat sebuah makna yang menekankan pentingya untuk membangun kekerabatan yang vertikal pada Allah dan kekerabatan horizontal terhadap sesame (manusia), Oleh alasannya yaitu itu jangan hanya fokus untuk beribadah pada allah kemudian anda mengabaikan membina kekerabatan silahturahmi terhadap sesama.

Jangan terlalu menekan dan membatasi anak dalam melaksanakan interaksi dengan teman sejawatnya, selama teman yang diajak bergaul memberi efek positif maka sebagai orangtua anda harus memberi pemberian pada anak anda.

Tugas anda sebagai orangtua hanya mengarahkan dan membimbing anak dalam melaksanakan pergaulan. Pergaulan/inteaksi melatih kecakapan social anak, dengan begitu anak tidak akan minder, malu, dalam hidup bermasyarakat.

Kemampuan kecakapan social sangat penting alasannya yaitu pada kesannya anak anda akan menjadi bab dari masyarakat , sehingga semenjak dini anak harus diajarkan menjadi sosok yang sosialis, hal ini juga bisa meminimalisir sikap individualis anak.

6. Memanggil anak dengan namanya
Hal sepeleh yang terkadang dilakukan oleh sebagian orangtua yaitu memanggil anaknya dengan nama julukan tidak memanggil anaknya dengan nama panggilannya. Nabi Muhammad sendiri telah mengajarkan kita dalam riwayat hidupnya sebenarnya saat dia memanggil orang/anak dia memanggilnya dengan nama panggilannya atau nama julukan yang baik

Kadang kita mendengar seseorang memanggil seseorang dengan menyampaikan “hey kamu” dll bahkan ada juga yang memanggil dengan julukan yang jelek atau memakai nama binatang, hal ini sangatlah tidak beretika.

Memanggil anak dengan namanya yaitu sebuah bentuk penghargaan untuk anak, alasannya yaitu mirip sebuah ungkapan yang menyampaikan “jika anda ingin dihargai maka terlebih dahulu anda yang harus menghargai”.

7. Menyentuh anak dengan sentuhan kasih sayang
Saat anda menasehati, mengajari , mendidik anak anda cobalah sentuh bab badan anak anda yang bisa menyiratkan sentuhan anda yaitu sentuhan kasih sayang, contohnya dengan menyentuh pundaknya saat menasihatinya, menyentuh kepalanya.

Nabi juga mencontohkan hal tersebut saat sedang mengajari orang lain, alasannya yaitu pada hakikatnya sentuhan pada badan orang lain (misalkan dipundak, usapan di kepala) bisa membangun ikatan emosional dengan oran tersebut.

8. Tidak membeda-bedakan
Maksud tidak membeda-bedakan disini yaitu misalnya; terkadang perlakuan kita terhadap orang yang sudah remaja dengan anak berbeda, dengan orang remaja kita berbicara dengan hormatnya namun dengan anak kita berbicara apa adanya.

Padahal nabi Muhammad sendiri mencontohkan sebenarnya dia selalu meghormati yang bau tanah dan menyanyangi yang muda, dengan orang dewasa, orangtua dan bawah umur nabi selalu bersikap lemah lembut.

Makara jangan alasannya yaitu melihat yang sedang anda ajak bicara yaitu anak kecil, atau yang berbicara dihadapan anda yaitu anak kecil lantas meremehkannya, sebaiknya jangan mirip itu.Ingat sebuah uangkapan yang menyatakan; “Jangan lihat siapa yang berbicara dihadapan anda namun dengarkanlah apa yang dia sampaikan.

9. Mendidik anak dimanapun dan kapanpun
Mendidik anak bukan hanya bisa dilakukan di sekolah maupun di rumah melainkan konsep pendidikan sejatinya bisa dilakukan dimanapun, mirip cara Rasulullah dalam mendidik para sahabat, dia menunjukkan pelajaran pada teman dimanapun dan kapanpun.

Namun yang mesti anda pahami dalam mendidik anak yakni, dalam menunjukkan pesan yang tersirat usahakan dengan memerhatikan tiga hal yakni, menasehati dengan pesan yang tersirat yang tepat pada waktu yang tepat dan pada anak yang tepat..

Demikianlah 9 Cara Mendidik Anak dalam Islam yang sempat admin posting kali ini, semoga artikel in bermanfaat untuk anda
Sumber http://www.rijal09.com