Monday, January 1, 2018

√ Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete Dan Asam

Batuan beku sanggup diklasifikasikan berdasarkan banyak sekali kriteria dan salah satunya ialah berdasarkan kadar silikatnya. Ada empat macam batuan beku berdasarkan kandungan silikatnya yaitu Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam.

Batuan ultrabasa (ultramafik)
Kadungan silika dan gas yang rendah menciptakan batuan beku ultrabasa sangat cair. punya kekentalan rendah dan tahan arus. Batun ultrabasa ini diberi nama tergantung apakah ia bertipe intrusif atau ekstrusif. Peridotite ialah adalah jenis batuan intrusif sementara komatit ialah batuan ultrabasa ekstrusif. Peridotite dan komatit secara komposisi sangat identik. Tekstur batuan tersebut bagaimanapu berbeda dan merefleksikan proses pembentukannya. Peridotite merupakan batuan yang mendominasi mantel atas bumi dan jarang tersingkap di permukaan bumi. Komatit juga jarang tersingkap dan batuan ini lebih renta 2 miliat tahun daripada peridotite.

Batuan basa (mafik)
Batuan basa secara umum dikuasai tersusun atas piroksen, plagioklas kaya kalsium dan sejumlah kecil olivin. Magma basa agak lebih kental dibandingkan ultrabasa namun masih sanggup mengalir dengan cepat. Selain itu batuan basa punya kandungan udara lebih banyak daripada ultrabasa tapi tidak sebanyak magma asam atau felsik.

Gabro ialah salah satu batuan basa intrusif sementara basalt ialah batuan basa ekstrusif. Batuan basa dibuat di banyak sekali batas lempeng mulai dari divergen, konvergen dan hot spot. Semua batuan basa dihasilkan di astenosfer bab atas. Karena viskositasnya relatif rendah maka magma basa sanggup mencapai radius cukup jauh. Gunung api bertipe basa misalnya ialah gunung api tipe perisai atau cinder cone dan seringkali membentuk lapisan lava bantal. Kaprikornus magma basa identik dengan lava bantal.
Batuan beku sanggup diklasifikasikan berdasarkan banyak sekali kriteria dan salah satunya ialah hidangan √ Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam
Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam

Batuan intermediete
Batuan intermediete ini tersusun secara umum dikuasai atas hornblende dan feldspar plagioklas. Magma bertipe intermediete agak lebih kental dibanding magma mafik. Selain itu magma ini mengandung gas yang agak lebih banyak daripada magma mafik namun tidak sebanyak felsik. Diorit ialah rujukan batuan beku intrusif sementara andesit ialah batuan beku intrusif. Batuan intermediet terbentuk secara umum dikuasai di batas konvergen atau subduksi menyerupai di Indonesia. Gunung api di Indonesia secara umum dikuasai terbentuk dari magma intermediete.

Batuan asam (felsik)
Batuan asam tersusun atas biotit, muskovit, plagioklas kaya natrium, feldspar, potassium feldspar dan kuarsa. Magma asam atau felsik jauh lebih kental dibanding magma intermediete. Selain itu magma felsik punya kandungan gas sangat tinggi. Granit ialah rujukan batuan batuan intrusif, riolit ialah batuan felsik ekstrusif. Batuan asam banyak dibuat di batas konvergen lempeng  samudera ke dalam samudera. Karena viskositasnya tinggi maka magma asam jarang hingga ke atas permukaan bumi. Namun alasannya ialah kadar gas tinggi, maka erupsi magma ini sangat eksplosif mengakibatkan muntahan tuffa dan breksi vulkanik. Viskositas magma asam  menghambat pertumbuhan kristal menyerupai obsidian yang merupakan pendingan lava asam.

Gambar: disini

Sumber http://www.gurugeografi.id