Tuesday, November 7, 2017

√ Inovasi Insan Prasejarah Di Indonesia

Indonesia ialah salah satu negara yang mempunyai peradaban yang tinggi semenjak dahulu. Buktinya ialah dengan banyaknya ditemukan fosil-fosil insan purba prasejarah di beberapa wilayah. Dari hasil penggalian semenjak kurun kolonial ditemukan fosil tengkorak insan serta peralatan yang dipakai di masa lalu. 

1. Pithecanthropus erectus
Manusia purba ini lebih sering disebut Homo erectus guys. Ia ialah jenis insan pra sejarah yang hidup di pulau Jawa. Manusia purba ini diduga hidup 1,5 juta tahun lalu, wow usang juga ya. Fosilnya ditemukan Eugene Dubois pada tahun 1890 di kawasan Trinil sebuah desa di Bengawan Solo erat Ngawi Jawa Timur.

Dubois menempatkan PE ini diantara insan dan kera. Dia berjalan dengan tegak atau erectus. Maka dinamakan Pithecanthropus erectus atau insan monyet berjalan tegak. Jaika mahluk ini monyet maka akan lebih unggul tingkatanya dari jenis monyet manapun sementara kalau ada pendapat bahwa mahluk ini insan harus diakui bahwa tingkatannya lebih rendah dari insan (Homo sapiens) mana pun juga.

2. Pithecanthropus mojokertensis
Pithecanthropus mojokertensis diduga ialah jenis insan purba tertua di Pulau Jawa. Dari tahun 1936-1941, von Koenigswald melaksanakan penelitian di sepanjang lembah kali Solo. Di tahun 1936 ia menemukan fosil tengkorak belum dewasa di erat Mojokerto sehingga diberi nama Pithecanthropus mojokertensis.

Para ilmuwan awalnya menganggap hasil temuan Dubois bukan masuk garis keturunan manusia. Namun sehabis adanya inovasi fosil oleh von Koenigswald dati lapisan Pleistosen bawah maka seluruh ilmuwan mengakui bahwa fosil-fosil yang ditemukan von Koenigswald lebih renta umurnya kalau dibandingkan dengan Homo erectus yang ditemukan Dubois.
Indonesia ialah salah satu negara yang mempunyai peradaban yang tinggi semenjak dahulu √ Penemuan Manusia Prasejarah di Indonesia
Fosil insan purba
3. Meganthropus paleoj4vanicus
Von Koenigswald juga melaksanakan penelitian di tahun 1941 erat Sangiran sebelah utara Surakarta. Di lokasi ini ia menemukan fosil berupa tulang rahang yang diduga lebih besar dan besar lengan berkuasa dari tulang rahang Pithecanthropus. Fosil temuannya itu lantas dinamai Meganthropus paleoj4vanicus. Mega berarti besar, paleo berarti renta dan j4vanicus artinya dari Jawa.

4. Homo sapiens
Para arkeolog membagi insan prasejarah di Indonesia menjadi jenis Pithecanthropus dan Homo. Manusia prasejarah Pithecanthropus dikatakan punya kemiripan dengan kera. Namun untuk jenis Homo (manusia) mereka dikatakan lebih mirip ciri insan sekarang. Jenis Homo dianggap mempunyai kebudayaan yang lebih tinggi sehingga inovasi fosil-fosil insan prasejarah yang cirinya mirip insan ketika ini dinamakan Homo.

5. Homo soloensis
Pada tahun 1931-1934, di wilayah Lembah Bengawan Solo tepatnya di Desa Ngandong ditemukan fosil yang sudah hancur kebanyakan. Fosil ini ditemukan oleh Ter Haar dam Oppemmoort namun diteliti lebih lanjut oleh von Koenigswald dan Weidenreich. Hasil penelitian mengatakan bahwa fosil itu punya tingkatan yang lebih tinggi dari Pithecanthropus erectus, bahkan sanggup dikatakan sudah mirip manusia. Maka diberi nama Homo soloensis yang artinya insan dari Solo. Homo soloensis tingkat hidupanya lebih maju sebab dilihat dari peralatan yang dipakai berasal dari tulang dan handuk.

6. Homo wajakensis
Fosil Homo wajaknensis telah ditemukan semenjak usang oleh Eugene Dubois pada tahun 1889 di desa Wajak erat Tulungagung Jawa Timur. Oleh sebab alasan tempat inovasi itulah maka fosil ini dinamakan Homo wajaknensis yang artinya insan dari Wajak. Tingkatannya pun lebih tinggi dari PE. Mereka juga sudah memakai peralatan dari tulang dan tanduk.

Tengkorak Homo wajaknensis sangat berlainan dengan tengkorak bangsa Indonesia. Tengkoraknya lebih banyak mempunyai persamaan dengan tengkorak penduduk orisinil Australia. Hal ini membuatnya diklasifikasikan sebagai golongan bangsa Australoid yang nantinya menjadi nenek moyang penduduk Australia.  

Gambar: disini

Sumber http://www.gurugeografi.id