Thursday, August 24, 2017

√ Startup Weekend Yogyakarta: 10 Startup Coba Pecahkan Dilema Pariwisata Dalam Waktu 54 Jam

Startup Weekend Yogyakarta – Startup Weekend ialah gerakan global yang menginspirasi, mengedukasi, dan memberdayakan individu-individu dan komunitas-komunitas lokal untuk membuat startup mereka sendiri. Saat ini sudah ada 800 lebih kota di dunia yang mengadakan Startup Weekend, melibatkan lebih dari 10 ribu organizer dan menelurkan 200 ribu lebih alumni.


Untuk pertama kalinya Startup Weekend di adakan di kota Yogyakarta. Diorganisir oleh Kibar berkolaborasi dengan Innovative Academy dan Komunitas Night at The Museum, program Startup Weekend Yogyakarta mengangkat tema pariwisata. Dirancang untuk mengumpulkan orang-orang individu dengan banyak sekali keterampilan dan pengetahuan untuk memecahkan persoalan di bidang pariwisata dengan penggunaan teknologi. Startup Weekend Yogyakarta menantang penerima untuk menghasilkan startup atau bisnis yang bisa memperlihatkan manfaat bagi pariwisata dan kebudayaan di Yogyakarta sekaligus menjadi ladang perjuangan bagi mereka. Acara ini akan digelar selama 54 jam di mana penerima akan membangun startup mulai dari nol.


Startup Weekend Yogyakarta diikuti 50 penerima dari banyak sekali kalangan, mulai dari pebisinis travel, makanan, web desainer, mahasiswa jurusan pariwisata, web dan mobile developer. Para penerima mendapat mentoring dari banyak sekali tokoh Startup yang telah matang dan mempunyai keahlian dimasing-masing bidangnya. Diantaranya



  • Yohan Totting

    Google Developer Expert for Web Technologies sekaligus Fasilitator Startup Weekend

  • Eko Nuryono

    Founder of @infosenijogja

  • Stanislaus Tandelilin

    Co-founder and Chief Operation Officer of Sale Stock Indonesia

  • Seto Lareno

    Human Resource Manager of Tech Division at Go Jek

  • Muhammad Ilman Akbar

    Traveloka Search Coordinator

  • Mauren Fitri

    Hackpacker telusuRI

  • Bramasta Dwi Saka

    Chief Executive Officer of Unite UX

  • Dimas Ragil Mumpuni

    Chief Marketing Officer Pasienia

  • Erwin Djunaedi

    Co-founder of Yogyakarta Night at the Museum Community

  • Junno Mahesa

    Founder of Communitea


Hari Pertama : Lightning Talk dan Idea Pitching


Pada hari pertama program diisi oleh pembicara Eko Nuryono dari @infosenijogja, Eko Nuryono juga banyak terlibat dalam event seni dan Budaya di Yogyakarta. Eko menyampaikan ketika ini infomasi mengenai budaya sangat sulit ditemukan di internet, maka dia banyak membagikan isu seni dan budaya Jogja melalui jejaring sosial @infosenijogja. Dengan begitu isu mengenai budaya lebih gampang ditemukan dan menarik minat anak muda untuk mengenal budayanya. Insight dan pemaparan dari Eko Nuryono mengenai budaya Yogyakarta dibutuhkan semoga penerima terbuka mengenai ide atau persoalan apa yang akan mereka coba solve memakai teknologi.


 Startup Weekend ialah gerakan global yang menginspirasi √ Startup Weekend Yogyakarta: 10 Startup Coba Pecahkan Masalah Pariwisata dalam Waktu 54 Jam
Eko Nuryono dari @infosenijogja (Credit : Cevy Yufindra)

Selanjutnya sebelum penerima melaksanakan pitching mengenai ide mereka. Yohan Totting memperlihatkan klarifikasi mengenai Startup menurut buku yang pernah ia baca yaitu Zero to One yang berbicara wacana startup yang berkelanjutan. Ia membagi 2 tipe kategori Startup yaitu menurut Competition atau Monopoli. Competition disini maksudnya startup yang idenya gampang untuk di copy orang lain, dimana startup yang punya backing investor dengan dana besar yang bisa bertahan. Kemudian Monopoli maksudnya startup yang tidak gampang di copy orang lain dan sustainable, sebagai contohnya Google, berbeda dengan Yahoo dan AltaVista pada waktu itu yang lebih sebagai index directory dan bukan mesin pencari. Bahkan googling masuk dalam kamus sebagai kata kerja.


 Startup Weekend ialah gerakan global yang menginspirasi √ Startup Weekend Yogyakarta: 10 Startup Coba Pecahkan Masalah Pariwisata dalam Waktu 54 Jam
Yohan Totting – Google Developer Expert for Web Technologies (Credit : Anna Erdiawan)

Ada hal menarik disini dia juga berbicara mengenai Paypal Mafia, dimana group yang terdiri dari para mantan karyawan Paypal membuat banyak startup yang sukses menyerupai Paypal, Tesla, SpaceX, YouTube, Yelp, LinkedIn dan sebagainya. Para anggota Paypal Mafia tidak hanya sebagai founder atau cofounder perusahan startup tetapi ada juga yang mendirikan venture capital yang telah berinvestasi di banyak startup. Bisa dibayangkan siapa yang mengendalikan dibanyak startup.


Setelah pemaparan wacana citra startup. Yohan Totting selaku fasilitator Startup Weekend melanjutkan sesi pitching idea dimana para penerima memberikan ide mereka yang nantinya akan di vote dan dipilih 10 ide terbaik yang akan dibuat menjadi tim. Perlu diketahui bahwa di Indonesia ketika ini hanya ada 2 fasilitator Startup Weekend yaitu Yohan Totting sendiri dan Adrian Nafiz. Tanpa salah satu fasilitator tersebut program Startup Weekend tersebut tidak sanggup dilaksanakan.


Dari sesi pitching idea hampir semua penerima memberikan ide mereka. Namun hasilnya terpilihlah 10 ide yang dibuat menjadi tim. Masing-masing tim tersebut memberi nama untuk Startup mereka. Kesepuluh startup tersebut ialah Be-Local, Jalan Makan Jogja, Kasur Desa, Sewa Mobil Jogja, Travel Grid, L-Good (desa wisata), Dolan, Game Indonesia, Museum VR, dan Ngejogja.co.


 Startup Weekend ialah gerakan global yang menginspirasi √ Startup Weekend Yogyakarta: 10 Startup Coba Pecahkan Masalah Pariwisata dalam Waktu 54 Jam
Sesi pitching idea (Credit : Cevy Yufindra)

Hari Kedua: Design Sprint dan Mentoring


Pada hari kedua para penerima berguru memakai metode design sprint untuk memvalidasi ide mereka. Dipandu oleh Yohan Totting sebagai Sprint Master penerima harus menemukan solusi dari ide menurut persoalan yang dikemukakan kemarin pada pitching idea.


 Startup Weekend ialah gerakan global yang menginspirasi √ Startup Weekend Yogyakarta: 10 Startup Coba Pecahkan Masalah Pariwisata dalam Waktu 54 Jam
Yohan Totting Sebagai Sprint Master (Credit : Cevy Yufindra)

Menurut Yohan Totting, “design sprint itu bagaimana membuat tim lebih produktif, lebih efektif, pada dasarnya untuk meng-create sesuatu dengan baik”. Yohan menjelaskan ketika ini ada banyak metode yang bisa dipakai contohnya scrum atau agile dan pernah dicoba semua namun ia merasa tidak mendapat feel disana.


Yohan juga mencontohkan penggunaan design sprint untuk mengeksploitasi tim semoga mereka mengeluarkan semua kemampuannya. Misalnya sebuah tim yang sedang berdiskusi untuk memecahkan masalah. Tanpa memakai metode yang benar kemungkinan ada satu orang yang sangat pandai mendominasi diskusi. Bisa juga ada salah satu orang tim yang pandai tapi pemalu sehingga tidak berani mengeluarkan idenya atau ada 1 orang yang bakir bicara tetapi tidak tahu apa-apa. Karena terlalu banyak berbicara sehingga yang lain tidak mempunyai kesempatan untuk berpendapat. Akhirnya diskusi menjadi tidak efektif. Dengan metode design sprint sanggup mengefektifkan kerja sama antar tim.


Design sprint terkenal di Google, Yohan menyampaikan “ketika Google ingin menentukan Android versi berikutnya mereka niscaya memakai design sprint untuk menentukan versi berikutnya menyerupai apa, fokusnya menyerupai apa. Kemudian produk Inbox yang juga merupakan hasil dari design sprint dari melihat persoalan dan apa yang kurang dari Gmail, selain itu juga Android Wear, Google Hangout versi baru, Self Driving Car Google juga memakai metode design sprint.”


 Startup Weekend ialah gerakan global yang menginspirasi √ Startup Weekend Yogyakarta: 10 Startup Coba Pecahkan Masalah Pariwisata dalam Waktu 54 Jam
Tim Sedang Melakukan Design Sprint (Credit : Cevy Yufindra)

Setelah penerima berguru memakai metode design sprint, penerima melakukukan user research dan protoyping. Kemudian masing-masing kelompok melaksanakan sesi mentoring dengan masing-masing mentor secara bergantian.


 Startup Weekend ialah gerakan global yang menginspirasi √ Startup Weekend Yogyakarta: 10 Startup Coba Pecahkan Masalah Pariwisata dalam Waktu 54 Jam
Mentoring (Credit : Anna Erdiawan)

Hari Ketiga : Mentoring dan Pitching


Pada hari ketiga penerima masih melanjutkan mentoring, user research juga membuat prototyping. Sebelum pukul 3 sore setiap tim mempersiapkan materi pitching serta prototyping nya. Setelah pukul tiga sore semua tim melaksanakan pitching dihadapan juri yang sebelumnya menjadi mentor. Semua juri melaksanakan evaluasi dan masukan kepada setiap startup. Tidak sedikit pula startup yang melaksanakan pivot.


 Startup Weekend ialah gerakan global yang menginspirasi √ Startup Weekend Yogyakarta: 10 Startup Coba Pecahkan Masalah Pariwisata dalam Waktu 54 Jam
Juri Memberikan Saran dan Komentar (Credit : Cevy Yufindra)

Berikut sepuluh 10 startup tersebut menurut urutan nomor pitching mereka



  1. Be-Local

  2. TripEAT yang sebelumnya Jalan Makan Jogja

  3. Mamayu Desa yang sebelumnya Kasur Desa (desa wisata)

  4. Bruum yang sebelumnya Sewa Mobil Jogja

  5. Travel Grid

  6. L-Good (desa wisata)

  7. Dolan (game)

  8. MasDul yang sebelumnya Game Indonesia

  9. Museum VR

  10. Ngejogja.co (pemandu wisata)


Setelah semua startup melaksanakan pitching, selama 15 menit juri berdiskusi untuk menentukan siapa pemenangnya. Dari kesepuluh startup juri menentukan 3 juara dan 1 juara favorit, startup tersebut ialah



  • Juara Favorit : Dolan

  • Juara 3 : MasDul (Game Indonesia)

  • Juara 2 : Bruum (Sewa Mobil Jogja)

  • Juara 1 : Mamayu Desa (Kasur Desa)


 Startup Weekend ialah gerakan global yang menginspirasi √ Startup Weekend Yogyakarta: 10 Startup Coba Pecahkan Masalah Pariwisata dalam Waktu 54 Jam
Para Pemenang Startup Weekend Yogyakarta (Credit : Cevy Yufindra)

Menariknya Juara 1 mendapat hadiah eksklusif dari Yohan Totting untuk tiba ke Bandung ke inkubator Kolaborasi.co untuk menyebarkan startupnya. Sedangkan untuk ketiga juara lainnya di undang oleh Seto Lareno ke kantor Go-Jek Jogja untuk melaksanakan brainstorming dengan para developer Go-Jek disana.


Closing


Pada penutupan Yohan Totting selaku Couch menjelaskan semoga startup tidak berhenti hingga disini saja. Secara tidak eksklusif kesepuluh startup hari itu merupakan alumni dari Startup Weekend global. Yohan menyampaikan dari semua yang mengikuti Startup Weekend hanya 12 persen saja yang masih lanjut untuk meneruskan startupnya. Tidak jarang dari salah satu startup langsung mendapat invest. Yohan juga menjelaskan keberlangsungan startup tergantung pada tim-nya. Kegagalan sebuah startup 60 persen berasal dari tim yang tidak solid.


Sebelum program usai penerima dimintai pendapat mengenai program Startup Weekend tersebut. Salah satu perserta menyampaikan mereka menyerupai dipaksa untuk mengeluarkan ide dalam waktu singkat, dipacu untuk tetap kreatif. Peserta lain juga menyampaikan diacara ini mereka bisa berguru berkomunikasi dan kerjasama tim.


Photo Gallery




Sumber aciknadzirah.blogspot.com