Hiperinflasi
Hiperinflasi, dalam ilmu ekonomi, yakni inflasi yang tidak terkendali, kondisi ketika harga-harga naik begitu cepat dan nilai uang menurun drastis. Secara formal, hiperinflasi terjadi kalau tingkat inflasi lebih dari 50% dalam 1 bulan. Sebagai sebuah hukum ibu jari, inflasi biasanya dilaporkan setahun sekali, namun dalam kondisi hiperinflasi, tingkat inflasi dilaporkan dalam interval yang lebih singkat, biasanya 1 bulan sekali.
Hiperinflasi biasanya muncul ketika adanya peningkatan persediaan uang yang tidak diketahui atau perubahan sistem mata uang secara drastis. Hiperinflasi biasanya dikaitkan dengan perang, depresi ekonomi dan memanasnya kondisi politik atau sosial suatu negara.
Mengapa Sebuah Negara Dapat Mengalami Hiperinflasi?
Negara yang mengalami hiperinflasi bukan berarti negara tersebut tidak bisa mengatasinya dengan kebijakan moneter, namun bisa juga alasannya negara tersebut sedang mencetak uang sebagai salah satu cara untuk membiayai pengeluaran mereka.
Ketika pemerintah sedang ingin membangun infrastruktur fisik (jembatan, jalan raya), membayar honor pegawai pemerintah & militer, atau memberi derma kepada masyarakat miskin & lansia, pertama pemerintah harus mengumpulkan dana yang diperlukan.
Umumnya pemerintah akan memungut pajak dari publik, serta meminjam dana dari publik dengan menjual surat obligasi pemerintah. Namun, pemerintah juga sanggup membiayai pengeluaran dengan mencetak uang gres yang dibutuhkan.
Ketika pemerintah menambah penghasilan dengan mencetak uang, pemerintah dikatakan sedang memungut pajak inflasi (inflation tax). Namun pajak ini berbeda dengan pajak lain alasannya pemerintah tidak mendapatkan tagihan untuk pajak ini, pajak inflasi lebih tidak terlihat. Ketika pemerintah mencetak uang, tingkat harga naik dan nilai uang di dalam dompet menjadi turun. Jadi, pajak inflasi menyerupai pajak yang dikenakan kepada semua orang yang memegang uang.

Salah satu dilema pertama yang dihadapi Republik Weimar yakni Hiperinflasi. Uang menjadi sangat tidak berharga sehingga bawah umur bisa bermain dengan tumpukan itu. Penghematan rakyat dihapuskan mengakibatkan ketidakpuasan dan kerusuhan sipil yang meluas. Sumber foto: Wikimedia Commons
Cara Bertahan dalam Hiperinflasi
Meskipun kelangkaan hiperinflasi, banyak orang masih mengkhawatirkannya. Jadi, kalau itu terjadi, apa yang harus Anda lakukan? Ada 3 cara Anda sanggup melindungi diri dari segala jenis inflasi. Kebiasaan keuangan yang sehat akan membantu Anda bertahan dari hiperinflasi.
Pertama, bersiaplah dengan mempunyai aset Anda yang terdiversifikasi dengan baik. Itu berarti menyeimbangkan aset Anda di antara saham dan obligasi AS, saham dan obligasi internasional, emas dan aset keras lainnya dan real estat.
Kedua, jaga paspor Anda ketika ini. Anda akan membutuhkannya kalau hiperinflasi di negara Anda membuat standar hidup Anda tidak tertahankan.
Ketiga, pastikan Anda mempunyai aneka macam keterampilan dan bakat. Hiperinflasi membuat sistem tukar barang diharapkan ketika uang tidak berguna. Berbagai keterampilan simpel memberi Anda laba ketika berdagang. Jika Anda membutuhkan gerobak dorong yang penuh dengan uang tunai untuk membeli sepotong roti, Anda harus tahu cara memanggang roti atau ayam yang enak.
Penyebab Hiperinflasi
Hiperinflasi dimulai ketika pemerintah suatu negara mulai mencetak uang untuk membayar pengeluarannya. Karena meningkatkan jumlah uang beredar, harga naik menyerupai pada inflasi reguler. Peningkatan jumlah uang beredar yakni salah satu dari dua penyebab inflasi. Yang lainnya yakni inflasi demand-pull. Itu terjadi ketika lonjakan undangan melampaui pasokan, sehingga harga lebih tinggi.
Tapi, alih-alih mengencangkan pasokan uang untuk menghentikan inflasi, pemerintah terus mencetak lebih banyak. Dengan terlalu banyaknya mata uang yang tumpah, harga meroket. Begitu konsumen menyadari apa yang sedang terjadi, mereka mengharapkan inflasi lanjutan. Mereka membeli lebih banyak kini untuk menghindari membayar harga yang lebih tinggi nantinya. Permintaan berlebihan itu memperburuk inflasi. Bahkan lebih jelek lagi kalau mereka menimbun barang dan membuat kekurangan.

Anak-anak Jerman menerbangkan layang-layang yang terbuat dari uang tak berharga selama hiperinflasi 1923. Sumber foto: Hiveminer
Contoh Hiperinlasi
Jerman
Contoh hiperinflasi yang paling populer yakni selama Republik Weimar di Jerman pada tahun 1920-an. Pertama, pemerintah Jerman mencetak uang untuk membayar Perang Dunia I. Dari 1913 sampai selesai perang, jumlah Deutschmarks yang beredar naik dari 13 miliar menjadi 60 miliar. Pemerintah juga mencetak obligasi pemerintah. Ini mempunyai dampak yang sama menyerupai mencetak uang tunai. Hutang negara Jerman naik dari 5 miliar menjadi 100 miliar Mark. Pada awalnya, stimulus fiskal ini menurunkan biaya ekspor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Ketika perang berakhir, Sekutu melumpuhkan Jerman dengan 132 miliar tanda lain dalam reparasi perang. Produksi yang ambruk, mengakibatkan kekurangan barang, terutama makanan. Karena ada kelebihan uang tunai dalam sirkulasi, dan beberapa barang, harga barang sehari-hari dua kali lipat setiap 3,7 hari. Tingkat inflasi yakni 20,9% per hari. Petani dan orang lain yang memproduksi barang berhasil baik, tetapi kebanyakan orang hidup dalam kemiskinan atau meninggalkan negara. (Sumber: “Jerman di Era Hiperinflasi,” Der Spiegel, 14 Agustus 2009.)
Venezuela
Contoh hiperinflasi yang paling gres yakni di Venezuela. Harga naik 41% pada 2013, 63% pada 2014, 121% pada 2015, dan 481% pada 2016. Pada 2017, pemerintah meningkatkan jumlah uang beredar sebanyak 14 kali. Ini mempromosikan cryptocurrency baru, bensin, alasannya bolivar kehilangan 98%. Ia tidak bisa membayar biaya pencetakan mata uang kertas baru. Dana Moneter Internasional mengharapkan harga naik 13.000% pada 2018.
Sebagai tanggapan, orang memakai telur sebagai mata uang. Satu kardus berisi telur berharga 250.000 bolivar. Harganya hanya 6,740 bolivar pada Januari 2017. Pengangguran telah meningkat menjadi 21%, serupa dengan tingkat AS selama Depresi Besar. (Sumber: “Venezuela Melempar Handuk pada Hiperinflasi,” ZeroHedge, 27 Oktober 2016.)
Bagaimana Venezuela membuat kekacauan menyerupai itu? Presiden Hugo Chavez telah menerapkan kontrol harga untuk kuliner dan obat-obatan. Tetapi harga yang diamanatkan sangat rendah sehingga memaksa perusahaan-perusahaan domestik gulung tikar. Sebagai tanggapan, pemerintah membayar impor. Pada 2014, harga minyak anjlok. itu mengikis pendapatan ke perusahaan minyak milik pemerintah. Ketika pemerintah kehabisan uang tunai, itu mulai mencetak lebih banyak. Alih-alih mengubah pengendalian harga dan upah yang berbahaya, Presiden Maduro terus melanjutkan kebijakan yang tidak berkelanjutan.
Zimbabwe
Zimbabwe mengalami hiperinflasi antara 2004-2009. Pemerintah mencetak uang untuk membayar perang di Kongo. Juga, kekeringan dan sitaan pertanian membatasi pasokan kuliner dan barang-barang produksi lokal lainnya. Akibatnya, hiperinflasi lebih jelek daripada di Jerman. Tingkat inflasi yakni 98% per hari, dan harga dua kali lipat setiap 24 jam. Akhirnya berakhir ketika orang mulai mendapatkan mata uang lainnya, bukan dolar Zimbabwe.
Amerika Serikat
Satu-satunya ketika Amerika Serikat mengalami hiperinflasi yakni selama Perang Sipil. Pemerintah Konfederasi mencetak uang untuk membayar perang. Jika hiperinflasi terulang kembali di Amerika, Indeks Harga Konsumen akan mengukurnya. Jika Anda menyelidiki tingkat inflasi ketika ini, Anda akan melihat bahwa itu jauh dari hiperinflasi. Bahkan, itu bahkan tidak dalam dua digit. Faktanya, inflasi terlalu rendah. Inflasi ringan baik untuk pertumbuhan ekonomi.
The Federal Reserve mencegah hiperinflasi di Amerika dengan kebijakan moneter. Tugas utama The Fed yakni mengendalikan inflasi sambil menghindari resesi. Hal ini dilakukan dengan mengencangkan atau melonggarkan pasokan uang, yang merupakan jumlah uang yang diizinkan masuk ke pasar. Memperketat jumlah uang beredar mengurangi risiko inflasi sementara melonggarkannya meningkatkan risiko inflasi.
The Fed mempunyai sasaran inflasi 2% per tahun. Itu yakni tingkat inflasi inti, yang mengesampingkan harga minyak dan harga gas yang bergejolak. Mereka bergerak naik turun dengan cepat tergantung pada perdagangan komoditas. Itu menghipnotis harga kuliner yang mengangkut truk jarak jauh. Untuk alasan ini, CPI juga menghapus harga kuliner dari tingkat inflasi inti.
Jika tingkat inflasi inti melebihi 2%, Fed akan menaikkan suku bunga fed fund. Ini akan memakai alat kebijakan moneter lainnya untuk memperketat jumlah uang beredar, dan menurunkan harga lagi. Beberapa jago menyampaikan bahwa intervensi the Fed untuk mengurangi resesi akan mengakibatkan hiperinflasi. Itu bukan ancaman aktual alasannya sebagian besar dana Fed dipompa ke dalam sistem perbankan duduk di cadangan bank. Itu belum beredar, dan alhasil tidak sanggup mengakibatkan hiperinflasi. Jika bank mulai meminjamkan terlalu banyak, Fed sanggup dengan cepat menaikkan persyaratan cadangannya dan menurunkan jumlah uang beredar.
Bacaan Lainnya
- Pengertian Deflasi Contoh, Jenis, Penyebab, Pengaruh, Cara Mengatasi
- Pengertian Inflasi Contoh, Indikator, Pengelompokan, Cara Mengatasi
- Motif ekonomi terbagi dalam 2 aspek: Intrinsik & Ekstrensik
- Ekonomi Merupakan Salah Satu Ilmu Sosial
- Bank Indonesia dulu disebut De Javasche Bank
- Uang Rupiah Negara Indonesia & Sejarah Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD
- Cara Memilih Asuransi Rumah Untuk Pembeli Yang Pintar
- Cara Menghitung Persen Rumus, Contoh Soal, Jawaban, Pengertian, Sejarah
- Berapa Kecerdasan IQ Anda? Tes IQ Anda Disini
- 10 Cara Belajar Pintar, Efektif, Cepat Dan Praktis Di Ingat – Untuk Ulangan & Ujian Pasti Sukses!
- Tulisan Menunjukkan Kepribadian Anda & Bagaimana Cara Anda Menulis?
- Top 10 Sungai Terpanjang Di Dunia
- Kepalan Tangan Menandakan Karakter Anda & Kepalan nomer berapa yang Anda miliki?
- Perbedaan Ketelitian, Ketepatan Dan Kecermatan Pada Kalkulasi & Cara Untuk Mencegah Kesalahan Menghitung
Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai
Respons “ohh begitu ya…” akan sering terdengar kalau Anda memasang applikasi kita!
Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan info yang membuat Anda menjadi lebih smart!
Sumber bacaan: The Balance, Chron, Investopedia
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya
Sumber aciknadzirah.blogspot.com