Paham Mistik
Mistik atau mistisisme sebagai sebuah paham gaib yaitu paham yang memperlihatkan anutan yang serba mistis (misal ajarannya berbentuk diam-diam atau ajarannya serba rahasia, tersembunyi, gelap atau terselubung dalam kekelaman) sehingga hanya dikenal, diketahui atau dipahami oleh orang-orang tertentu saja, terutama sekali penganutnya.
Penyebab Orang Menganut Paham Mistik
- Kurang puas yang berlebihan, bagi orang-orang yang hidup beragama secara bersungguh-sungguh merasa kurang puas dengan hidup menghamba kepada tuhan berdasarkan anutan agamanya yang ada saja.
- Rasa kecewa yang berlebihan, Orang yang hidupnya kurang bersungguh-sungguh dalam beragama atau orang yang tidak beragama merasa kecewa sekali melihat hasil usaha umat insan di bidang science dan teknologi yang semula diandalkan dan diagungkan ternyata tidak sanggup mendatangkan ketertiban, ketentraman dan kebahagiaan hidup. Malah mendatangkan hal-hal yang sebaliknya. Mereka ‘lari’ dari kehidupan modern menuju ke kehidupan yang serba subyektif, absurd dan spekulatif sesuai dengan kedudukan sosialnya.
Di antara mereka masih ada yang berusaha merasionalkan ajaran paham gaib yang dianutnya, dan ada pula yang tegas-tegas lepas sama sekali dari tuntutan kemajuan zaman ini.
Ajaran dan Sumber Paham Mistik
Selain serba mistis, ajarannya juga serba subyektif tidak obeyktif. Tidak ada pedoman dasar yang universal dan yang otentik. Bersumber dari pribadi tokoh utamanya sehingga paham gaib itu tidak sama satu sama lain meski perihal hal yang sama. Sehingga pembahasan dan pengalaman ajarannya mustahil dikendalikan atau dikontrol dalam arti yang semestinya.
Biasanya tokohnya sangat dimuliakan, diagungkan bahkan diberhalakan (dimitoskan, dikultuskan) oleh penganutnya lantaran dianggap memiliki keistimewaan pribadi yang disebut kharisma. Anggapan adanya keistimewaan ini sanggup disebabkan oleh :
Pernah melaksanakan kegiatan yang istimewa.
Pernah mengatasi kesulitan, penderitaan, peristiwa atau ancaman yang mengancam dirinya apalagi masyarakat umum.
Masih keturunan atau ada korelasi darah, bekas murid atau mitra dengan atau dari orang yang mempunyai kharisma.
Pernah meramalkan dengan sempurna suatu kejadian besar/penting.
Sedangkan bagaimana sang tokoh itu mendapatkan anutan atau pengertian perihal paham yang diajarkannya itu biasanya melalui petualangan batin, pengasingan diri, bertapa, bersemedi, bermeditasi, mengheningkan cipta dll dalam bentuk ekstase, vision, pandangan gres dll. Makara ajarannya diperoleh melalui pengalaman pribadi tokoh itu sendiri dan penerimaannya itu tidak mungkin dibuktikannya sendiri kepada orang lain.
Dengan demikian penerimaan ajarannya hampir-hampir hanya berdasarkan kepercayaan belaka, bukan pemikiran. Maka dari itulah di antara kita ada yang menyebutnya paham, ajaran kepercayaan atau aliran kepercayaan (geloofsleer).
Mengingat pengajarannya mustahil dikendalikan dalam arti semestinya, maka paham gaib gampang memunculkan cabang gres menjadi aliran-aliran gres sesuai penafsiran masing-masing tokohnya. Atau juga sebaliknya gampang timbul penggabungan atau percampuran anutan paham-paham yang telah ada sebelumnya.
Karena serba gaib maka paham gaib atau kelompok penganut paham gaib tidak terlalu sulit dipakai oleh orang-orang yang ada tujuan tertentu dan yang perlu dirahasiakan lantaran menyalahi atau bertentangan dengan opini umum atau aturan yang berlaku sebagai tempat sembunyi.
Abstrak dan Spekulatif
Materinya serba absurd artinya tidak konkrit, misal perihal tuhan (paham gaib ketuhanan), perihal keruhanian atau kejiwaan, alam di balik alam dunia dll (paham gaib non-keagamaan). Dengan demikian pembicaraannya serba spekulatif, yaitu serba menduga-duga, mencari-cari, memungkin-mungkinkan dll (tidak komputatif).
Pembicaraannya serba berpanjang-panjang, serba berlebih-lebihan dalam arti melebihi kewajaran atau melebihi pengetahuan dan pengertiannya sendiri (meski sudah mengakui tidak tahu, masih mencoba memungkin-mungkinkan). Oleh lantaran itu di kalangan penganut paham gaib tidak dikenal pembahasan disiplin mengenai ajarannya sebagaimana yang berlaku dalam diskusi atau munaqasyah.

Mistik dan Interpretasi dalam Keagamaan – Penyebab Orang Menganut Paham Mistik. Sumber foto dan ilustrasi: Pixabay
Paham Mistik Sebagai Pengalaman dan Interpretasi dalam Keagamaan
Paham Mistik dalam Agama Yahudi
Mistisisme awal Yahudi yang berkembang selama era 2-3 M tampak menekankan keterpisahan antara Tuhan dan manusia. Orang Yahudi ingin menjauh dari dunia yang di dalamnya mereka dikucilkan. Mereka membayangkan Tuhan sebagai raja perkasa yang hanya bisa didekati melalui perjalanan penuh ancaman menembus 7 lapis langit. Kaum mistis Yahudi menyebut mistisisme ini sebagai “Mistisisme Mahkota”, yang terbukti mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan pertumbuhan perguruan-perguruan besar para rabi. Orang Yahudi lainnya mencoba memperlihatkan tafsiran gaib dan simbolik perihal Tuhan. Mereka mengajarkan disiplin esoterik yang diwariskan dari seorang guru pada muridnya, yang disebut Kabbalah (tradisi yang diwariskan) yang balasannya menjadi mistisisme Yahudi Baru pada era 12 dan 13 M. Jika Mistisme Mahkota telah puas dengan melihat kemuliaan Tuhan dari luar, Kabbalah berusaha menembus batin Tuhan dan kesadaran manusia. Tuhan Yahudi yang disebutkan di dalam kitab sucinya yaitu Yahweh, yang kemudian diperbaiki dan dihapus gambaran kesukuan dan personalnya menjadi YHWH. Berbeda dengan YHWH, Kabbalah menyebut Tuhan sebagai En Sof yang tersembunyi. Kita tidak mengetahui apa-apa perihal En Sof, lantaran ia bahkan tidak pernah disebutkan di dalam kitab suci. En Sof tidak mempunyai nama yang terdokumentasikan dan tidak bergender. Kaum gaib Yahudi memanifestasikan En Sof ke dalam 10 Sefiroth (bilangan) realitas ilahiah. Setiap Sefiroth mewakili 1 tahap dalam pengungkapan wahyu En Sof dan Sefiroth memiliki nama simboliknya sendiri. Sefiroth merupkan nama yang diberikan Tuhan untuk dirinya sendiri sekaligus sarana yang dengannya Ia membuat alam. Secara bersamaan, kesepuluh nama ini membentuk 1 kesatuan. Sefiroth bukanlah realitas yang berada secara transenden diantara Tuhan dan alam. Sefiroth hadir dan aktif di dalam segala sesuatu yang ada, dan mewakili tahap-tahap kesadaran insan yang dilalui seorang gaib untuk naik menuju Tuhan dengan cara turun ke dalam pikirannya sendiri.
Kaum gaib mesti mengembara menuju singgasana Tuhan melalui alam mitologis 7 langit. Namun pengembaraan ini hanyalah pengembaraan imajiner yang tidak dipahami secara harfiah. Pengembaraan yang dimaksud dipandang sebagai pendakian simbolik melalui kawasan-kawasan misterius pikiran. Rabi Yahudi yang berhasil melaksanakan perjalanan gaib dengan selamat yaitu Rabi Akiva. Rabi Akiva menyiratkan perihal saratnya ancaman dalam perjalanan spiritual ini. Peringatan Rabi Akiva mengenai kerikil pualam murni mungkin merujuk pada kata sandi yang harus diucapkan seorang mistikus pada banyak sekali titik penting dalam perjalanan imajinernya. Kumpulan imajinasi merupakan suatu ketidaksadaran yang mencuat di dalam mimpi, halusinasi, dan dalam kondisi psikis yang menyimpang. Kaum mistis Yahudi tidak membayangkan mereka sungguh-sungguh terbang menembus langit, tetapi menjajarkan citra-citra yang memenuhi pikiran mereka secara tertata dan terkendali. Kaum mistis Yahudi juga tidak menguraikan apa-apa perihal Tuhan. Mereka hanya menceritakan perihal atribut Tuhan yang melindunginya dari tatapan manusia.
Perjalanan ke kedalaman pikiran melibatkan resiko pribadi lantaran kita mungkin tidak akan bisa memikul apa yang akan kita temukan disana. Itulah sebabnya semua agama mengajarkan bahwa perjalanan gaib hanya bisa dilakukan di bawah bimbingan seorang ahli. Di dalam Kabbalah, spekulasi secara rasional perihal hakikat Tuhan dan duduk masalah metafisika korelasi Tuhan dengan alam, malah kemudian beralih kepada imajinasi. Kaum Kabbalis juga berbagi mitologi sendiri untuk menjelajahi alam kesadaran keagamaan baru.. Orang Yahudi sedari awal telah menyadari adanya ancaman dalam penjelajahan imajiner semacam itu, maka belakangan, mereka tidak mengizinkan anak muda untuk mengikuti disiplin Kabbalah kecuali kalau mereka telah benar-benar cukup matang. Untuk melakukannya, diharapkan ketrampilan yang besar, konsentrasi pikiran (seperti dalam latihan Zen dan Yoga) dan menuntut latihan dalam suasana hati tertentu. Bahkan seorang mistikpun juga harus menikah untuk menjamin bahwa dia mempunyai kesehatan secual yang baik!
Paham Mistik dalam Agama Kristen
Agama Nasrani sanggup dikatakan sebagai agama dengan kadar personalisasi yang paling tinggi dan berupaya untuk meningkatkan kelayakan kultus terhadap tuhan yang bereinkarnasi dengan cara memasukkan kepercayaan perihal trinitas yang trans personal. Di dalam Nasrani korelasi dengan Tuhan dicirikan dengan cinta. Cinta yang berarti bahwa ego (dalam pengertian tertentu) telah dilenyapkan.
Ada anggapan bahwa pengalaman mistis hanya merupakan sesuatu yang secara sengaja diciptakan oleh seorang mistikus di dalam dirinya sendiri. Menurut Paus Gregory, Tuhan yang dikonsepsikannya tetap tersembunyi dari insan dalam kegelapan yang tak tertembus. Paus memakai metafora awan, kabut, atau kegelapan untuk melukiskan kesamaran semua pengetahuan insan perihal yang ilahi. Tuhan merupakan pengalaman yang menegangkan bagi Gregory. Kita tidak bisa meramalkan sikap Tuhan berdasarkan pengetahuan kita perihal manusia. Makara satu-satunya kebenaran dalam pengetahuan kita perihal Tuhan, yaitu dikala kita menyadari bahwa kita tidak bisa sepenuhnya mengetahui apa pun perihal Tuhan. Tuhan hanya bisa dicapai sesudah kerja keras pikiran. Jalan menuju Tuhan sarat dengan rasa bersalah, air mata, dan keletihan. Ketika jiwa mendekatinya, jiwa tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis lantaran disiksa oleh hasratnya akan Tuhan. Jiwa hanya bisa menemukan ketenangan dalam air mata lantaran keletihan.
Di Timur, pengalaman orang Nasrani perihal Tuhan lebih dicirikan oleh cahaya daripada kegelapan. Orang Yunani berbagi sebuah bentuk mistisisme yang berbeda, yang tidak bergantung pada gambaran atau penampakan, tetapi bersandar pada pengalaman sunyi semacam perenungan. Mereka secara alamiah mengesampingkan konsepsi rasionalistik perihal Tuhan. Tujuan perenungan itu sendiri yaitu untuk melangkah melampaui gagasan dan gambaran apapun yang bisa menghambat kehadiran Tuhan. Sikap ini disebut hesychia (keheningan batin). Nasrani menemukan cara untuk menemukan Tuhan dengan berbagi metode-metode dalam berdoa. Doa membebaskan jiwa dari raga. Di dalam doa, sanggup dirasakan energi bukan esensi Tuhan. Energi inilah yang didefinisikan sebagai cahaya keilahian. Dalam Perjanjian lama, energi ini disebut dengan “kemuliaan” Tuhan, sedangkan dalam Perjanjian Baru, energi inilah yang telah menyinari pribadi Kristus di Gunung Tabor, dan sekarang energi itu menyinari setiap orang yang telah diselamatkan. Kita mencicipi energi itu di dalam doa, yang dalam pengertian tertentu, dikala kita berada dalam doa, kita tengah berkomunikasi dengan Tuhan, meskipun realita realitas yang tak bisa diketahui itu tetap berada di dalam ketersembunyiannya.
Kristen lain yang ada di Barat, lebih merepresentatifkan Tuhan ke dalam kilasan gaib seni lewat ikon patung-patung suci. Hal ini kemudian mempengaruhi Nasrani Timur, yang membuat ikon dan visi sanggup saling memperkuat satu sama lain. Ikon tersebut dimaksudkan untuk memperlihatkan fokus sebagai jendela orang yang beriman menuju dunia ilahi.
Selama era ke-14 M, I Eropa Utara terjadi kepesatan agama mistikal. Salah satu tokohnya, Meister Eckhart menyebutkan bahwa kepercayaan trinitas bersama-sama merupakan sebuah kepercayaan mistikal. Doktrin Trinitas tidak bisa diketahui oleh akal, namun hanya akallah yang mempersepsikan Tuhan sebagai 3 oknum, namun begitu seorang mistikus telah mencapai penyatuan dengan Tuhan, ia akan melihat Tuhan sebagai sesuatu Yang Esa. Eckhart juga menyukai pembicaraan Tuhan Bapa yang menurutnya telah melahirkan putra di dalam jiwa, menyerupai mirip perawan Maria yang mengandung Kristus di dalam Rahim.
Paham Mistik dalam Agama Islam
Islam merupakan agama yang dibawa oleh Muhammad. Meskipun perhatian utama Nabi Muhammad yaitu pada penegakan suatu masyarakat yang adil, dia dan beberapa sobat terdekatnya juga mempunyai kecenderungan mistik, dan kaum muslim dengan cepat berbagi tradisi gaib khas mereka sendiri. Tradisi Muslim menjadikan Khidir sebagai guru bagi semua kebenaran mistik. Khidir yaitu guru spiritual Musa yang dianugerahi ilmu istimewa perihal Tuhan.Khidir tidak mengarahkan muridnya untuk hingga pada persepsi Tuhan yang sama bagi setiap orang, melainkan kepada Tuhan yang subjektif dalam pengertian paling dalam dari kata tersebut.
Muhyiddin Ibn-Al Arabi yaitu seorang tokoh yang kuat dalam penggabungan filsafat dan mistisisme Islam. Ia menyebut dirinya sebagai murid Khidir. Ibn Al-Arabi tidak percaya bahwa Tuhan mempunyai eksistensi objektif. Eksistensi Tuhan tidak sanggup dibuktikan melalui logika. Tuhan yaitu realitas suci yang tidak terbatas, maka dari itu, Tuhan tidak sanggup diringkas dalam 1 ekspresi manusiawi. Ketuhanan dan kemanusiaan yaitu 2 hal yang berbeda, namun keduanya merupakan 2 aspek kehidupan ilahiah yang menggerakkan seluruh kosmos. Ibn-Al Arabi tidak mendapatkan gagasan yang menyataan bahwa 1 orang manusia, seberapapun sucinya, bisa menampung ketidakterbatasan realitas Tuhan. Sebaliknya, ia prcaya bahwa tiap-tiap pribadi insan merupakan avatar unik bagi yang ilahi. Namun demikian, Ibn-Al Arabi berbagi simbol Manusia Sempurna, yang tentu saja, bukan seorang inkarnasi dari realitas yang tak terbatas. Misalnya, Nabi Muhammad SAW yang merupakan Manusia Sempurna bagi generasinya dan merupakan simbol ketuhanan yang paling efektif.
Islam ternyata juga mengalami Mistisisme Mahkota milik Yahudi yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan Muhammad pernah menerima pengalaman yang sangat menyerupai dengan pengalaman Mistisisme Mahkota milik Yahudi dikala dia melaksanakan perjalanan malamnya (isra’) dari Arab ke Masjidil Aqsha di Yarusalem. Di dalam lelap tidurnya, dia dibawa oleh Jibril dengan berkendaraan seekor kuda langit. Setibanya disana, dia disambut oleh serombongan nabi terdahulu yang meneguhkan misi kenabian Muhammad sendiri. Setelah itu, Jibril dan Muhammad mulai melaksanakan pendakian (mi’raj) melewati 7 lapis langit dan berhasil mencapai wilayah ilahi. Muhammad tidak melihat Tuhan secara langsung, tetapi hanya simbol-simbol yang mengarah pada realitas ilahi. Pendakian ke langit yaitu simbol jangkauan terjauh ruh manusia, yang menandai gerbang makna tertinggi. Kaum Muslim yang berspekulasi perihal kenaikan Muhammad ke langit menekankan tabiat paradoks penampakan Tuhan yang dialaminya selama perjalanan itu, dia melihat sekaligus tidak melihat kehadiran Tuhan.
Selama era 8-9 M bentuk Islam asketik berkembang bersamaan dengan perkembangan sekte – sekte lain. Kaum astetik itu, sebagaimana kaum Mu’tazilah dan Syiah, memprihatinkan kehidupan glamor kelompok penguasa dan mengusahakan untuk kembali ke kehidupan sederhana yang dijalani kaum Muslim awal di Madinah. Berdasarkan hal itulah mereka disebut sebagai “sufi”. Cinta kepada Tuhan merupakan ciri khas sufisme Mereka berharap bisa mencicipi pengalaman perihal Tuhan yang sama dengan yang dialami oleh Muhammad dikala mendapatkan wahyu. Dengan sendirinya mereka juga terpengaruh oleh kejadian pendakian mistikal Nabi ke langit.
Di dalam kemistisan sufi Islam, terdapat 2 tipe sufi yang dibagi menjadi sufi yang “mabuk” akan Tuhan, dimana sufi-sufi ini mempraktekkan prilaku yang tampak aneh dan tak terkendalikan yang mendekati Tuhan sebagai kekasih. Salah satu tokohnya yaitu Abu Yazid Bistami. Adapun sufi yang “tidak mabuk” lebih menyukai spiritualitas yang tidak terlalu mencolok. Salah satu tokohnya Al-Junaid dari Baghdad memetakan landasan mistisisme Islam masa depan, berkeyakinan bahwa ekstremisme Bistami bisa menjadikan bahaya. Al-Junaid sepenuhnya sadar akan ancaman mistisisme. Bagi orang-orang yang tak terlatih dan tidak mempunyai bekal dari seorang ahli, akan dengan gampang menyalahpahami ekstasi seorang gaib dan secara simpilistik mengambil gagasan yang menyatakan kebersatuannya dengan Tuhan.
Paham Mistik dalam Agama Taois
Mistisisme Taois China menempatkan kesatuan di dunia yang jelas. Dao (Cina: “jalan”) yaitu transenden dan imanen (yang tetap ada), baik spiritual maupun material.
Sifat gaib Taoisme ditunjukkan dalam “tulisan-tulisan,” yang dilakukan di kuil atau daerah lain yang ditunjuk. Ruang ritual berisi altar yang diagungkan yang mewakili sebuah gunung. Para ilahi berkumpul di utara, timur dan barat altar, dan memuliakan roh-roh yang mati dan lebih rendah menempati dinding selatan.
Banyak ritus Taois lainnya yaitu pertunjukan yang serupa untuk kaum awam, di mana seorang penyanyi dan ajun lain membantu seorang imam menumbuhkan pengalaman mistis. Sesuai dengan ideologi kesatuan di inti pemikiran Taois, pengalaman imam bukanlah pola dari kesatuan yang awet dan tidak berubah. Ini yaitu visi yang berubah dengan cepat dari perjalanan spiritual ke langit yang dikonseptualisasikan dengan cara yang sama. Lokasi perjalanan keduanya berada di langit dan di dalam badan imam, seperti imam itu yaitu seorang makroantropos — seorang kosmik yang merumahkan nirwana di dalam kepalanya.
Ideologi – tidak sanggup secara akurat disebut teologi atau filsafat – menyatukan kosmos dan badan sedemikian rupa sehingga ideologi masuk ke isi visi bersahabat ujung penglihatan, dikala potongan badan dipahami secara konseptual sebagai lokasi surgawi ke dalam yang dengan cepat mereka ubah. Jajaran menyeluruh dari pengalaman visioner dan ideologi kesatuan dalam Taoisme membuatnya tidak mudah untuk membatasi istilah gaib bagi pengalaman-pengalaman kesatuan sementara memperlakukan visi sebagai kategori terpisah. Akan sama sewenangnya untuk memaksakan perbedaan menyerupai itu dalam masalah perdukunan.
Paham Mistik dalam Agama Hindu
Dalam agama Hindu, banyak sekali sadhanas bertujuan untuk mengatasi kebodohan (avidhya) dan melampaui identifikasi terbatas dengan tubuh, pikiran dan ego untuk mencapai moksha. Agama Hindu mempunyai sejumlah tradisi pertapa yang saling terkait dan sekolah filosofis yang mengarah pada moksha dan perolehan kekuasaan yang lebih tinggi. Dengan terjadinya kolonisasi Inggris di India, tradisi-tradisi itu kemudian diinterpretasikan dalam istilah-istilah Barat menyerupai “mistisisme”, menarik ekuivalen dengan istilah-istilah dan praktik-praktik Barat.
Yoga yaitu praktik fisik, mental, dan spiritual atau disiplin yang bertujuan untuk mencapai keadaan kedamaian permanen. Berbagai tradisi yoga ditemukan dalam agama Hindu, Buddha dan Jainisme. Yoga Sūtras dari Patañjali mendefinisikan yoga sebagai “penenangan dari negara-negara yang sedang berubah. pikiran, “yang dicapai dalam samadhi.
Vedanta Klasik memperlihatkan interpretasi filosofis dan komentar-komentar perihal Upanishad, kumpulan besar himne kuno. Sedikitnya ada sepuluh aliran Vedanta yang dikenal, di antaranya Advaita Vedanta, Vishishtadvaita, dan Dvaita yaitu yang paling terkenal. Advaita Vedanta, sebagaimana dijelaskan oleh Adi Shankara, menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara Atman dan Brahman. Anak sekolah yang paling populer yaitu Kevala Vedanta atau mayavada sebagaimana dijelaskan oleh Adi Shankara. Advaita Vedanta telah memperoleh penerimaan yang luas dalam budaya India dan di luar sebagai pola paradigmatik spiritualitas Hindu. Sebaliknya Bhedabheda-Vedanta menekankan bahwa Atman dan Brahman keduanya sama dan tidak sama, sementara Dvaita Vedanta menyatakan bahwa Atman dan Tuhan intinya berbeda. Di zaman modern, Upanishad telah ditafsirkan oleh Neo-Vedanta sebagai “mistis”.
Berbagai tradisi Shaivist sangat tidak bersifat kultural, menyerupai Kashmir Shaivism dan Shaiva Siddhanta.
Pendapat-Pendapat Paham Mistik
Menurut buku De Kleine W.P. Encylopaedie (1950, Mr. G.B.J. Hiltermann dan Prof.Dr.P. Van De Woestijne halaman 971 dibawah kata mystiek) kata gaib berasal dari bahasa Yunani myein yang artinya menutup mata (de ogen sluiten) dan musterion yang artinya suatu diam-diam (geheimnis).
Beberapa pendapat perihal paham misitk atau mistisisme:
Kepercayaan perihal adanya kontak antara insan bumi (aardse mens) dan tuhan (Dr. C.B. Van Haeringen, Nederlands Woordenboek, 1948).
Kepercayaan perihal persatuan mesra (innige vereneging) ruh insan (ziel) dengan Tuhan (Dr. C.B. Van Haeringen, Nederlands Woordenboek, 1948).
Kepercayaan kepada suatu kemungkinan terjadinya persatuan eksklusif (onmiddelijke vereneging) insan dengan Dzat Ketuhanan (goddelijke wezen) dan usaha agresif kepada persatuan itu (Algemeene Kunstwoordentolk, J. Kramers. Jz).
Kepercayaan kepada hal-hal yang diam-diam (geheimnissen) dan hal-hal yang tersembunyi (verborgenheden). (J. Kramers. Jz).
Kecenderungan hati (neiging) kepada kepercayaan yang menakjubkan (wondergeloof) atau kepada ilmu yang diam-diam (geheime wetenschap). (Algemeene Kunstwoordentolk, J. Kramers. Jz).
Selain diperolehnya definisi, pendapat-pendapat perihal paham gaib diatas berdasarkan bahan ajarannya juga memperlihatkan adanya pemilahan antara paham gaib keagamaan (terkait dengan tuhan dan ketuhanan) dan paham mistik non-keagamaan (tidak terkait dengan tuhan ataupun ketuhaan).
Bacaan Lainnya Yang Dapat Membuat Anda lebih Pintar
- Pengertian Paranormal: Berburu Hantu, Ufologi dan Kriptozoologi
- Setan, Hantu, Roh Jahat di Indonesia – Pengertian dan Mitologi
- Apakah Arti Dari: Astrologi, Astronomi, Horoskop, Zodiak?
- Tanda Astrologi Zodiak Peringkat Dari Yang Terbaik Sampai Terburuk
- 7 Dosa Pokok: Kesombongan, Ketamakan, Iri hati, Kemarahan, Hawa nafsu, Kerakusan, Kemalasan (seven deadly sins)
- Paralimpiade (olahraga untuk atlet yang mengalami cacat fisik, mental dan sensoral)– Sejarah, Lokasi Musim Panas dan Dingin, Cabang-Cabang Olahraga Paralimpiade
- Formula Satu – F1 yaitu balapan kendaraan beroda empat formula tempat duduk tunggal yang tertinggi
- Olahraga gampang untuk orang yang malas – Contoh olahraga yang efektif untuk Anda
- Daftar Final Piala Dunia FIFA
- Prediksi Piala Dunia FIFA
- Acara Pertama Olimpiade: 1896 di Athena – Yunani
- Berapa Kecerdasan IQ Anda? Tes IQ Anda Disini
- 10 Cara Belajar Pintar, Efektif, Cepat Dan Praktis Di Ingat – Untuk Ulangan & Ujian Pasti Sukses!
- Tulisan Menunjukkan Kepribadian Anda & Bagaimana Cara Anda Menulis?
- Penyakit yang sanggup dicegah dengan vaksin – Wajib diketahui
- Top 10 Sungai Terpanjang Di Dunia
- Tempat Wisata Yang Wajib Dikunjungi Di Indonesia Dan Luar Negri
- Kepalan Tangan Menandakan Karakter Anda & Kepalan nomer berapa yang Anda miliki?
- Bentuk Kaki Menandakan Karakter Anda – Bentuk Kaki nomer berapa yang Anda miliki?
Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai
Respons “Ohh begitu ya…” akan sering terdengar kalau Anda memasang applikasi kita!
Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan warta yang membuat Anda menjadi lebih smart!
Sumber bacaan: Britannica, Huffington Post, Hartford Seminary, Stanford Encyclopedia of Philosophy, James, William / The Varieties of Religious Experience (Electronic Text Center, University of Virginia Library)
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya
Sumber aciknadzirah.blogspot.com